Ridwan Sururi dan Luna Si Kuda Pustaka Pemberantas Buta Literasi

 Ridwan Sururi dan Luna Si Kuda Pustaka Pemberantas Buta Literasi


Perpustakaan bergerak itu bernama “Kuda Pustaka Gn. Slamet” karena dibawa oleh seekor kuda bernama Luna dan Tuannya yang bernama Ridwan Sururi. Bersama mereka memberantas buta literasi di sebuah kota kecil di lereng Gunung Slamet. Berkat aksinya ini, Ridwan Sururi berhak mendapatkan penghargaan dari Asuransi Syariah Indonesia.

Sosok Ridwan Sururi dan Kudanya Luna

Ridwan Sururi, pria kelahiran Purbalingga, 13 April 1973 yang merintis perpustakaan berjalan bernama Kuda Pustaka. Ia merupakan seorang perawat kuda, dan hobi membaca buku. Meski memiliki koleksi 7000 buku, namun Ia belum memiliki perpustakaan permanen. Maka dari itu, ia menggunakan kudanya sebagai transportasi perpustakaan kelilingnya.

Ridwan tinggal di Desa Serang, Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah. Setiap hari Ia berkeliling kampung di sekitar lereng Gunung Slamet. Bersama sang kuda, ia membawa berbagai jenis buku untuk kunjungan ke Sekolah Dasar dan berapa Tempat Pengajian Quran atau TPQ. Ridwan biasa dibantu oleh anaknya Indriani untuk mencatat pinjaman bukunya.

Sang Kuda, Luna adalah seekor kuda ras keturunan lokal. Awalnya merupakan kuda liar yang berhasil Ridwan jinakkan. Kuda tersebut kini berusia 9 tahun dan sudah beberapa kali melahirkan. Dari dua kali melahirkan, anak Luna pernah ada yang di jual. Sebelum keliling desa, Ia biasanya dimandikan hingga cantik kemudian diajak untuk berkeliling.

Selain menjadi Kuda Pustaka, Luna juga kendaraan bagi wisatawan yang ada di Lembah Asri Wisata Desa Serang. Wisatawan bisa menaiki Luna dengan tarif lima belas ribu untuk satu tunggangan. Nama Luna berasal dari artis Luna Maya yang kebetulan spontan diberikan Ridwan saat ditanya anak-anak. Luna juga bisa disewa untuk foto pre wedding pasangan.

Awal Terbentuknya Kuda Pustaka

Ide terciptanya perpustakaan keliling tersebut berasal dari temannya Nirwan Arsuka sesama pecinta kuda. Nirwan dan Ridwan merasa prihatin karena banyak anak-anak lebih memilih bermain handphone dan gadget daripada membaca buku. Menyadari hal tersebut, Nirwan lantas menyiapkan buku dan mengirimkannya kepada Ridwan.

Bulan Januari 2015, Ridwan merintis perpustakaan keliling bernama “Kuda Pustaka”. Selain dari Nirwan, Ia mendapat buku dari para donatur di sekitarnya. Buku-buku tersebut ditawarkan di sekolah-sekolah tanpa memungut biaya. Ia tidak mencari untung dalam perpustakaan keliling. Tujuannya hanya menyebarkan bacaan dan literasi kepada anak-anak.

Buku yang dibawa Ridwan beragam, dari majalah, novel hingga komik. Paling banyak dipinjam oleh anak-anak adalah komik Naruto dan Kungfu Boy. Banyak anak-anak yang antusias karena kedatangan Ridwan dan kudanya Luna. Seiring waktu, perpustakaan desa kini menawari buku juga. Meskipun hanya buku yang disukai anak-anak yang dibawanya.

Ridwan Sururi ingin memiliki koleksi buku yang lebih banyak agar bisa membuka perpustakaan kecil di rumahnya. Ia ingin memperluas perpustakaan kelilingnya agar tidak hanya di Desa Serang. Tahun lalu Ia dan Luna bertemu Gubernur Ganjar Pranowo dan diberikan bantuan sepuluh juta rupiah untuk pengembangan perpustakaannya.

Asuransi Syariah Indonesia

Asuransi syariah yang berprinsip tolong menolong sesama dalam kebaikan juga dilakukan oleh sosok inspiratif seperti Ridwan Sururi. Meskipun ia bisa mendapatkan keuntungan dari perpustakaan kelilingnya, namun ia tidak melakukannya. Niatnya yang sungguh mulia sangat pantas mendapatkan penghargaan dari program #AwaliDenganKebaikan.

Ia layak mendapatkan hadiah berupa umroh yang ditawarkan oleh produk Asuransi Syariah karena niatnya yang tulus tanpa meminta imbalan. Penghargaan yang diberikan tentunya tidak diberikan kepada sembarang orang. Sosok spesial dan inspiratif seperti Ridwan Sururi layak mendapatkannya. Produk asuransi lainnya dapat dicek di laman www.allianz.co.id